Kamis, 06 Januari 2011

rangkuman

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. Pendekatan kesusastraan
IBD yang dulu mempunyai nama Basic Humanities, yang berasal dari bahasa inggris the humanities. Istiloah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus.untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu the humanities. Pada umumnya the humanities mencangkup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sejarah, sastra, cetrita rakyat, dan sebagainya.
IBD adalah salah satu mata kuliah yagn diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD semata-mata sebagai salah satu usaha yang mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
B. Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
Istilah ini banyak padanannya. Kadang disebut juga narrative fiction, prosa fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemerran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru :
A. Prosa lama meliputi
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi
1. Cerita pendek
2. Roman/novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
C. Nilai – nilai dalam prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra ( prosa fiksi ) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain prosa mempunya bnilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nila yagn diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan ketenangan
2. Prosa fiksi memberikan informasi
3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
4. Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan
D. Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Jadi makna puisi berarti ekpresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Kepuitisan, Keartistikan atau Keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan mengunakan :
1. Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik, dan member kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yagn ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5. Pengulangan, yagn berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yagn dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan-alasan yagn mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
3. Puisi dan keinsyafan social

Secara imaginative puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa :
• Penderitaan atas ketidak adilan
• Perjuangan untuk kekuasaan
• Konflik dengan sesamanya
• Pemberontakan terhadap hokum tuhan
Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai, estitika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusian yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan ).

artikel

Artikel Kebudayaan
Wayang Kulit
Wayang kulit merupakan kebudayaan seni tradisional Indonesia terutama di jawa. Wayang berasal dari kata Ma Hyang artinya menuju kepada yang maha esa, kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.
Dalam pertunjukannya wayang kulit di mainkan oleh dalang yang berada di balik layar putih yang di soroti oleh lampu. Sedangkan penonton melihatnya dari balik layar yang satunya lagi dengan melihat bayangan dari layar putih. Oleh karena itu penonton harus mempunyai pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji. Dalang wayang kulit yang saat ini terkenal adalah Ki Manteb Sudharsono.
Wayang kulit pun banyak rupanya sesuai daerah mereka masing-masing seperti :
• Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
• Wayang Kulit Gagrag Surakarta
• Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
• Wayang Kulit Gagrag Jawa Timuran
• Wayang Bali
• Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
• Wayang Palembang (Sumatera Selatan)
• Wayang Betawi (Jakarta)
• Wayang Cirebon (Jawa Barat)
• Wayang Madura (sudah punah)
• Wayang Siam

artikel

ARTIKEL
Melestarikan Pencak Silat Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler
Tujuan yang disertai harapan-harapan luhur bagi terbentuknya sebuah pelestarian nilai-nilai budaya nusantara sangat lah di perlukan, seperti laju perkembangan salah satu olah raga yang mengandung banyak nilai-nilai budaya bangsa. Ditengah keaneka ragaman yang kita temui, Negara kita juga kaya akan keaneka ragaman baik hayati adat istiadat dan juga seni budaya. Salah satu yang ada di dalamnya adalah seni budaya pencak silat dengan berbagai keunikan di dalamnya.
Sebagai contoh Indonesia tercatat menjadi akar kebudayaan ini dan diakui memiliki sejarah ilmu beladiri dan seni pencak yang lahir berabad-abad tahun lalu seperti Aliran Cimande, Silat Tuo, Silat Kumanggo, Silat Minang, Cikalong, Cikaret, Serak, Bandrong, Sitembak, Sipecut, dll. Dalam hal ini pencak silatlah tentunya yang menjadi sorotan utama jika kita akan membahas pentingnya sebuah pelestarian khususnya dalam konteks olah raga prestasi bagi generasi muda.
Namun, lain hal fenomena yang kita hadapi di dalam negeri, dalam upaya mendukung kegiatan tersebut di tengah generasi muda sudah semakin sempit, apalagi sulitnya memasukan sebuah kurikulum olahraga pencak silat di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tak ayal akibatnya bisa kita lihat, kejayaan Seni Budaya Pencak Silat yang dimiliki oleh Indonesia sudah semakin surut dan yang mempriatinkan yalah generasi muda sudah seakan kurang peduli terhadap asset Seni Budaya yang dimiliki oleh bangsanya sendiri.
Maka, Setiap jajaran Pencak Silat dan semua pihak yang terkait di luar itu termasuk dalam hal ini peran sekolah atau dunia pendidikan berkenan untuk turut ambil peran masing-masing untuk saling bekerjasama dan mendukung dan dilakukan secara terus menerus. Bahwasannya, Pecak Silat adalah bidang lain yang seharusnya juga mendapat kesempatan memposisikan dirinya dalam penanggulangan ini, di samping sebagai olah raga prestasi. Kini sudah saatnya sekolah memiliki pandangan lebih luas terhadap kegiatan kesenian-olahraga di sekolah dalam mata pelajaran intra dan ekstra.
Sekolah juga seharusnya mempertimbangkan minat, bakat, hobi siswa yang sangat bervariasi dan diberi wadah mengikuti perkembangan jaman. Hobi adalah kompetensi yang memerlukan pengembangan yang memiliki hubungan ke arah profesi di kemudian hari. Sekolah dalam hubungan dengan kehidupan harus dapat memberikan respon, mempertimbangkan, serta bersedia untuk turut serta memperhatikan hal ini dalam jangka panjang ke depan dan sebelum itu perlu kiranya membahas peranan perguruan sebagai media transfer pengetahuan dalam pembinaan prestasi olah raga-Pencak Silat di sekolah.
Apakah karena kurang paham tentang Seni Budaya Pencak Silat atau apa itu silat? Apakah karena mereka memang sudah tidak perduli lagi terhadap budaya sendiri? Hal ini yang patut kita bahas bersama dalam sebuah pembicaraan meja bundar di sekolah antara Perguruan sebagai wakil dari misi pelestarian Seni Budaya Pencak Silat, pihak Sekolah (komite sekolah) dan juga orang tua murid atau masyarakat.
Lambat laun, hal itu kemudian memasuki kebijakan pengembangan potensi bagi siswa-siswa di sekolah dengan anggaran yang tidak sebanding dengan pengembangan kesenian. Contoh nyata, pembangunan sarana olah raga lain yang jauh mengalahkan ketersediaan sarana berekspresi kesenian budaya olah raga (Pencak Silat). Bahkan terkadang lebih tragis, jika hal itu sampai juga mengalahkan kepentingan yang paling mendasar seperti perpustakaan.
Dari segi fisik, Pencak Silat tidak hanya melatih otot-otot kita saja, tetapi juga organ dalam seperti darah, kulit, tulang, dll. Di dalam Pencak Silat, aspek kekuatan tidak hanya ditimbulkan dari kekuatan tenaga saja, tetapi juga menimbulkan kekuatan yang disebut tenaga ledakan. Di samping power, kita juga melatih stamina atau daya tahan kita.
Bila kita bicara mengenai olah raga secara umum, maka tidak bisa lepas membicarakan mengenai stamina ini. Di dalam Pencak Silat, kita melatih berbagai macam stamina yang tidak terdapat dalam jenis olah raga lainnya :
1. Stamina dinamis.Tidak seperti stamina statis seperti pada olah raga lainnya seperti angkat besi, pencak melatih stamina kita untuk bergerak aktif.
2. Stamina dari seluruh tubuh.Pencak Silat melibatkan seluruh bagian tubuh kita. Kebanyakan olah raga lain menitik beratkan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh saja. Pelatihan termasuk kelenturan dan koordinasi gerak serta keseimbangan disamping nilai estetikanya.
3. Stamina dari metabolisme aerobic (oxygenic) dan anaerobic.Pencak Silat merupakan olah raga yang memiliki kombinasi metabolisme aerobic dan anaerobic. Tidak seperti dalam olah raga marathon yang 98% membutuhkan metabolisme aerobic.
4. Stamina terhadap kecepatan.Dalam peragaan serang bela dibutuhkan stamina kecepatan yang tinggi dan percepatan / impulse yang terkendali.
5. Stamina terhadap daya tahan pukulan.Hal yang specific untuk jenis olah raga bela diri, yang mana kita perlu juga melatih ketahanan terhadap pukulan dan bantingan.
Disamping itu, Pencak Silat juga memiliki kelebihan dalam membina jiwa / mental kita, yang membedakannya dari jenis olah raga lainnya :
• Menambah kepercayaan diri
• Melatih mental dan pikiran kita
• Menimbulkan kewaspadaan yang tinggi
• Memupuk kegesitan dan kelincahan mental
• Lebih menumbuhkan jiwa kesatria
• Meningkatkan kedisiplinan dan keuletan
Dari segi pengetahuan, kita juga akan lebih mengenal dan mengetahui bagian-bagian tubuh kita baik fungsi serta kelebihan dan kelemahannya. Dalam tingkat yang lebih tinggi, kita bisa merasakan adanya aliran energy melalui saluran energy (meridian) kita. Hal yang terakhir ini sangatlah membantu kita untuk mempelajari tenaga dalam dan meditasi..
Di balik itu semua, ada kecenderungan untuk meraih publikasi yang luas melalui prestasi olah raga dan ini bisa menjadi ukuran keberhasilan sebuah sekolah. Berburu atau meminang calon atlet setiap tahun ajaran baru dilakukan untuk membela tanah air bernama sekolah diperlukan untuk event olah raga Porseni. Kontinuitas pembinaan olah raga prestasi di Sekolah muaranya akan melahirkan atlet pembela nama daerah, nama bangsa dan negara. Semangat sekolah semacam ini -tidak hanya dalam bidang olah raga — membuat posisi kesenian – dan pelestarian kebudayaan bangsa sekolah menjadi sebuah pertanyaan bagi kita.
Apa itu Pencak Silat ?
Beberapa waktu lalu, seperti yang pernah di muat oleh satu wartawan Surat kabar Kompas bahwa PENCAK SILAT merupakan seni bela diri produk Melayu yang keberadaannya patut untuk di lestarikan. Ketua Persilat (Persekutuan Silat Antar Bangsa), Eddie M Nalapraya mengakui hal itu. Ditegaskan salah satu program utama dari IPSI (Ikatan Pencak silat Seluruh Indonesia) adalah terus menerus memasyarakatkan Pencak Silat agar tak lagi dianggap sebagai seni bela diri yang ketinggalan jaman.
Pencak Silat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka berarti, permain-an (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, mengelak, dan sebagainya. Silat diartikan sebagai olahraga (permainan) yang didasari ketangkasan menyerang dan membela diri, baik dengan atau tanpa senjata. Bersilat adalah bermain (atau berkelahi) dengan menggunakan ketangkasan menyerang dan mempertahankan diri. Sedangkan Pencak Silat bermakna, kepandaian bertarung dalam pertandingan (atau perkelahian) seni bela diri khas Indonesia.
Dalam arti sesungguhnya, disepakati ada empat aspek yang terkandung dalam Pencak Silat. Yaitu sarana pembinaan mental spiritual, bela diri, olahraga, dan seni yang tidak dapat di pisahkan. Seperti tercermin dalam lambang trisula, di mana ketiga ujungnya mencerminkan unsur seni, bela diri dan olahraga, sementara gagangnya diyakini melambangkan pembinaan mental spiritual.
Sebagai seni, Pencak Silat merupakan wujud perilaku budaya suatu kelompok, yang di dalamnya terkandung unsur adat, tradisi, hingga filsafat. Hal itu menjadi penyebab perbedaan gerakan silat antara suatu daerah dengan daerah lainnya di Tanah Air ini. Demikian pula dengan jenis musik yang mengiringi gerakan-gerakan silat yang seperti tarian lemah gemulai tersebut.
Sebagai olahraga, dalam perkembangannya Pencak Silat melangkah menjadi suatu jenis ‘gerak-badan’, senam atau jurus yang dapat dipertandingkan. Perkembangannya kian pesat, setelah disepakatinya suatu aturan pertandingan olahraga pencak silat, seperti kelas peserta, luas arena, dewan pendekar, dewan hakim, ketua pertandingan, dewan wasit dan juri, lamanya pertandingan setiap babaknya, seragam pertandingan dan sebagainya.
Sebagai bela diri, pencak silat memang tumbuh berawal dari naluri manusia untuk melakukan pembelaan terhadap serangan fisik yang menghampirinya. Seseorang yang menguasai Pencak Silat (pendekar) diharapkan mampu melindungi diri dari setiap serangan, atau bahkan bisa mendahului menyerang untuk menghindari ‘kerusakan’ yang lebih besar.
Sulit ditunjukkan secara eksplisit produk dari pembinaan mental spiritual tersebut, namun banyak aktivitas lain yang dihasilkan seperti, penyembuhan spiritual, serta demonstrasi tenaga dalam, yang merupakan wujud dari keberhasilan latihan olah batin. Disamping itu Sebagai seni budaya Bangsa yang berlandaskan Pancasila, Pencak Silat harus berlandaskan kepercayaan terhadap “ke-Esaan Sang Pencipta.
Apalagi dengan beraninya beberapa guru menyimpulkan bahwa kesenian telah dipinggirkan -sebuah bentuk marginalisasi yang kontraproduktif pengembangan nilai lokal. Tapi, betapa bangganya sekolah-sekolah telah menganggap dirinya bertanggung jawab terhadap pengembangan nilai lokal, padahal sikapnya kurang memiliki komitmen dalam pengembangan nilai lokal dalam wujud karya estetis.
Usaha pemberdayaan generasi muda, meliputi pembinaan dan peningkatan partisipasi pemuda yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemuda sebagai insan pelopor penggerak pembangunan dan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang untuk berperan serta dalam pembangunan.
Tujuan pengembangan kebijakan dan manajemen olah raga pencak silat prestasi, adalah untuk mengembangkan dan menyelaraskan berbagai kebijakan pembangunan olah raga, serta memperkuat kelembagaan olah raga pencak silat dan Tujuan pembinaan dan pemasyarakatan olah raga pencak silat prestasi adalah untuk meningkatkan budaya olah raga, kesehatan jasmani, mental dan rohani masyarakat dan anak didik mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga tinggi.
Selain itu, untuk mendorong dan menggerakan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat dan manfaat olah raga Pencak Silat sebagai kebutuhan hidup, meningkatkan kegiatan olah raga termasuk olah raga masyarakat dan olah raga tradisional, meningkatkan upaya pemanduan bakat dan pembibitan olah raga Pencak Silat sejak dini usia, serta mendukung upaya pencapaian prestasi olah raga.
Sedangkan tujuan peningkatan sarana dan prasarana olah raga Pencak Silat adalah untuk menyediakan, mengadakan, dan membangun sarana dan prasarana olah raga pencak silat untuk mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan olah raga, serta pencapaian prestasi olah raga Pencak Silat.
Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah sekolah kita sudah mampu menyediakan tempat yang tepat bagi para siswanya untuk dapat mengembangkan keahlian dan bakat, menimba pengalaman dan pengetahuan, tidak hanya sebatas dari segi akademis saja?
By Masezra danu lelana
Anggota Milist Silat Bogor
Dan Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
http://lembahlawe.blogspot.com
www.silatindonesia.com

artikel

POLA DIET BAGI VEGETARIAN

Pola diet vegetarian tidak jauh berbeda dengan pola diet pada umumnya. Bedanya, makanan yang dikonsumsi sebagai sumber protein dan lemak berasal dari nabati.
Tidak sampai Defisiensi.
Pada dasarnya, pola diet vegetarian sangat baik. Para vegetarian mendapat asupan berbagai vitamin dalam kadar yang cukup tinggi, tetapi masalah kekurangan nutrisi pada vegetarian lebih besar. Vegetarian juga beresiko kekurangan kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Karena itu vegetarian rentan mengalami anemia.
Meski kandungan protein dalam nabati tidak sebesar yang berasal dari hewani, kecukupan protein mudah diperoleh selama dietnya bervariasi. Kombinasi berbagai macam biji-bijian, kacang, buah dan sayur, terbukti dapat memenuhi kebutuhan protein. Oleh karena itu kasus defisiensi jarang terjadi.
Daya serap tubuh terhadap zat besi sumber hewani (heme) lebih tinggi dari zat besi sumber nabati (non heme).
Vitamin B12 berasal dari bakteri. Mulut, usus bagian atas dan usus bagian bawah mengandung bakteri yang menghasilkan B12. Vitamin B12 hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit, hanya mikrogram saja per hari.


Sumber : Majalah OTC DIGEST

artikel

The Enternity of Love

Namanya putra, anak laki-laki yang kuper, kikuk dan tidak percaya diri. Penampilannya tidak mengikuti perkembangan zaman yang sangat cepat perkembangannya seperti kapal jet buatan Amerika. Dalam kehidupannya, putra tidak mempunyai satu teman dekat sekalipun, teman-teman SMA-nya tidak ada yang mau berteman dengannya karena penampilan dan keprubadiannya yang terkesan kuno dan cupu itu. Putra hanya ditemani oleh kotak musik kesangannya pemberian dari mendiang ibunya yang sudah meninggal sejak putra berumur 5 tahun. Ayah putra pergi untuk bekerja diluar negeri dan hanya memberikan putra uang saku untuk kehidupan sehari-harinya tanpa pulang untuk melihat atau sekedar tahu bagaimana kehidupan anak satu-satunya itu.
“kring..kring..kring..” bel sekolah berbunyi ketika putra hanya tinggal beberapa langkah lagi masuk menuju pintu gerbang. “Maaf de! Ade sudah terlambat! Harap tunggu diluar sampai ada guru yang datang untuk memberi persyaratan untuk masuk ke sekolah..” tukas pak bambang satpam “killer” di sekolah putra. “Tapi pak! Saya ada ulangan MTK jam pertama, mohon kebaikannya pak..” jawab putra memelas. “Maaf de bapak hanya menjalankan tugas bapak” jawab pak bambang singkat. Hati putra sangat kacau, dia merasa jerih payahnya belajar semalam suntuk sia sia sudah. “Ya sudah putra, tidak usah disesalin gitu, pasti ada hikmahnya kok”. Tiba-tiba suara yang sangat dikenal putra terdengar olehnya, seraya menoleh “eh..iya ran, makasih perhatiannya”. Rani! Serunya dalam hati, rani adalah sosok perempuan yang dikagumi putra, baginya rani sangat sempurna terlebih karena wajahnya sangat mirip dengan mendiang ibunya. “ikut aku yuk, aku ingin mengajak kamu ke tempat kesukaan aku..mau gak?” ajak rani. “Tapi ran, kita gak nunggu guru yang mau jemput kita dulu untuk masuk?” Tanya putra heran. Tanpa fikir panjang rani menarik tangan putra dan memaksanya ikut. “Hey!! Mau kemana kalian??!” teriak pak bambang. Tanpa menggubris teriakan pak bambang mereka berlari menjauhi gerbang sekolah.
“Kita mau kemana ran? Kok ke tempat seperti ini sih?” Tanya putra heran memasuki wilayah yang banyak pepohonannya. “Kita ke tempat biasa aku mengabisi hariku, kalau aku bosan dan kesepian pasti aku kesini, tuh tempatnya!” tunjuk rani ke anjungan yang didepannya terhampar danau yang luas, putra terkejut dan terkesan. Dia baru tahu bahwa ada tempat seindah ini di wilayah yang tidak begitu ramai penduduknya. “wooooww…indah banget ran! Kamu tahu tempat ini dari siapa?” Tanya putra polos sambil clingak clinguk ke sekitar danau. “Hehe…sudah lama aku tahu tempat ini put, karena kamu baru pindah kesini jadi baru tahu deh” jawab rani terkekeh. “Iya ran, makasih ya sudah mengajak aku kesini” seru putra. “aduuh..dimana ya? tadi ada di tas” celoteh rani sendiri. “kenapa ran? Kok gelisah gitu sih?” Tanya putra khawatir. “Alat bantu pernafasanku, udaranya terlalu lembab disini put, aku jadi agak sesak” jawab rani. Tak lama mencari, alat bantu pernafasan rani ketemu dan rani langsung memakainya. “Hah..sedikit lega rasanya” ujar rani sambil tersenyum. “bagus deh..” terlihat senyuman manis putra menanggapi senyuman rani.
Sejak saat itu rani dan putra sering menghabiskan waktu di tempat favorit mereka berdua, begitu juga dilain waktu dan kesempatan mereka berdua selalu berusaha untuk bisa bersama ke suatu tempat yang mereka sukai. Mereka seperti sepasang kekasih, tidak…sepasang sahabat yang melebihi sepasang kekasih keharmonisannya. Waktu seiring berlalu, putra tidak hanya ditemani kotak musik kesayangannya yang diberikan mnediang ibunya, kini rani mulai mengisi hari hari putra.
“Put, ga kerasa ya, kita sudah mau lulus sekolah” ujar rani di ujung anjungan danau sambil menatap ke tengah danau. “iya..ga kerasa ya, makasih ya ran sudah mau menjadi teman aku” timpal putra. “Iya put, aku juga seneng kok bisa berteman sama kamu” Jawab rani dengan nada senang. “Kamu mau nerus kemana ran?” Tanya putra lagi. “ehmm.. aku masih belum tahu put. Eh pulang yu? Sudah sore nih” Jawab rani tergesa-gesa. “Oke yu” Jawab putra. Tetapi putra mencium bau keanehan dari gelagat rani. Tanpa fikir panjang putra mengikuti langkahnya menuju arah rumah kami yang tidak berjauhan.
Detik berganti menit, menit pun berganti jam, jam berganti harridan begitu seterusnya. Tak terasa mereka berdua telah lulus dengan nilai yang memuaskan. Hari-hari mereka kini terisi dengan hal-hal baru yang positif, putra pun kini mulai percaya diri dengan keadannya berkat kehadiran rani dalam hidupnya.
Siang itu putra sedang bersiap-siap merapihkan dirinya untuk mendatangi rumah rani hanya untuk sekedar bermain keluar, tetapi seperti ada yang mengganjal dihatinya. Hatinya tak tenang, nafasnya memburu agak sedikit sesak, tapi tak digubrisnya perasaan itu karena ia ingin menemui orang yang paling dikaguminya. “Permisi..” sahut putra dari luar pintu rumah rani. “Iya sebentar..” suara parau dari arah dalam rumah rani menyahut. “Rani ada tante?” Tanya setelah melihat ternyata tante anne yang membukakan pintu. “Eh putra, ada kok didalam kamarnya, ayo masuk” Jawab ibunda rani itu tanpa mengurangi rasa kegelisahannya itu. Tante anne berjalan menuju sebuah kamar sementara putra duduk di sofa ruang tamu, dan tak lama kemudian tante anne keluar tetapi tanpa rani. “Putra, kata rani masuk saja ke kamarnya. Gak apa-apa kok” seru tante anne. “Iya tante, permisi ya..” jawabnya dan langsung menuju kamar rani. Putra sangat terkejut melihat rani berbaring lemas, pucat!. “Ran kamu kenapa?? Kamu sakit?” Tanya putra dengan nada parau. “engga kok put, cuma sedikit pusing aja, maaf ya aku gak bisa temenin kamu ke danau” jawab rani sambil meminta maaf. “Ga apa-apa ran, kamu tuh harusnya istirahat aja..” jawab putra khawatir. “tapi ini kan hari ulang tahun kamu, aku juga sudah janji sama kamu mau merayakannya di danau put, tapi aku malah gak bisa nepatin janji aku! Penyakit sial!” protes rani tak sadar air matanya menetes jatuh dari tempat persembunyiannya. Tanpa berfikir panjang putra langsung memeluk rani dan berkata “Ran.. kamu seharusnya itu istirahat, aku gak perduli ini hari ulang tahunku atau enggak. Aku hanya perduli dengan kesehatan kamu, kamu istirahat aja ya ran..” kata putra sambil mengusap air mata rani. “Iya makasih ya put.. maaf sebelumnya” ucap rani. “Iya kamu istirahat aja ya.. jangan males makan, diminum juga obatnya ya?” pinta putra halus. “Iya put, selamat ulang tahun ya.. wish you all the best put” ucap rani dengan nada manis. “Iya.. makasih ya ran” jawab putra tersenyum lebar. Putra langsung ke luar kamar rani dan pamit dengan tante anne.
Hari ini seharusnya menjadi hari special untuk putra, tetapi menjadi tidak sangat special karena tidak ada rani yang menemaninya kali ini ke danau. Putra berjalan menyusuri pepohonan, menuju danaunya, danau putra dan rani. Sesampainya di ujung anjungan danau putra berdiri, dan mengenang semua kenangan yang pernah dilakukannya bersama sahabatnya, rani. Dari mulai pertama kali ia diajak ke danau ini, tiba-tiba dada putra terasa sesak. Entah kenapa seperti ada yang memanggil namanya, tapi tak terlihat siapa yang memanggilnya. Mata putra tertuju pada sosok perempuan yang membelakanginya dari kejauhan. Sosok yang sangat dikenalinya, “rani??” teriak putra dari kejauhan. Sosok itu menoleh sambil tersenyum kearah putra tapi perlahan mulai menjauh. “Rani.. kamu mau kemana? Kamu kan lagi sakit?!” tanpa fikir panjang putra langsung mengejar rani tapi rani menghilang. Mata putra tertuju pada pohon besar dan ternyata terlihat ada rani yang sedang terbaring lemas dibawahnya. “Rani..!!” teriak putra sambil berlari menghampiri rani. “Ran kamu ngapain? Kita pulang ya?” panik putra sambil menggendong rani. “enggak put, aku mau ke danau. Aku mau kamu bawa aku ke danau aja ya. Please..” bujuk rani kepada putra. “enggak ran! Kamu pucat begini, kita pulang atau ke rumah sakit aja ya?” pinta putra sambil bergerak jalan, tapi rani memberontak. “please put. Aku gak mau pulang atau ke rumah sakit. Aku mau ke danau, anggap saja ini permintaan terakhir aku put. Please..” pinta rani hamper menangis. “Duh.. oke deh. Tapi kamu yakin kamu gak apa-apa ran?” Tanya putra purau. “Iya put.. aku janji..”
Putra membawa rani ke anjungan danau. Menggendongnya dengan hati-hati. Dilihatnya wajah rani yang pucat namun tetap indah matanya seperti halnya rani sehat. “pemandangannya gak berubah ya put? Masih bagus aja kaya dulu waktu pertama kali aku ajak kamu kesini” Tanya rani sambil tersenyum. “Iya ran, ga ada yang akan berubah sama danau ini. bakal tetap indah pemandangannya sampai kapanpun” jawab putra. “oh iya put, ini buat kamu” tangan rani membuka kalung buatannya sendiri yang sangat dijaganya dan langsung memakaikannya dileher putra. “maaf ya put, aku cuma bisa kasih ini ke kamu” tambah rani perlahan. “Ya ampun ran.. makasih ya.. tapi ini kan kalung kesayangan kamu. Ini juga udah berarti bangat kok buat aku. Kalung yang indah.. maksih ya ran” jawab putra. Tetapi rani tidak menjawab. Ia hanya tersenyum dengan mata tertutup. “Ran? Kamu kenapa?? Bangun ran! Bangun ran! Rani.. !!!” teriak putra menggelegar di danau.
Air mata putra terus bercucuran ketika melihat prosesi pemakaman rani. Deru tangis tante anne begitu derasnya, terdengar oleh yang hadir di acara pemakaman ini. “Udah bu.. jangan nangis terus, kasihan rani nanti sedih di alam sana” kata seorang perempuan yang berada terus disamping tante anne yang ternyata adalah sari, kakak perempuan rani yang baru datang dari luar negeri setelah mendengar kepergian adik kesayangnnya itu. “Iya sari.. ibu coba untuk sabar dan ikhlas..” jawab tante anne sedih. Proses pemakaman selesai, semua orang telah meninggalkan makam sahabatnya itu kecuali putra yang masih berdiri tegak seakan ingin terus berdiri disamping makam rani untuk menemaninya. “Ran.. kenapa kamu ninggalin aku? Kamu udah janji kan kamu gak bakal.. kenapa? Kenapa? Tapi..” tak sadar putra mengoceh sendiri dan terus menangis.
Putra pulang seusai mendo’akan dan mengucapkan kata perpisahan pada rani di makamnya. Kamarnya yang dipenuhi foto-foto bersama rani, sahabatnya, orang yang paling dikaguminya, bahkan orang yang paling disayanginya. Seakan kosong tidak ada warna yang dulu ada saat putra dan rani asik bermain, belajar dan menempel foto-foto yang tertempel di dinding kamar putra. “Ran, makasih ya.. kamu udah ngajarin aku banyak hal, dari mulai hal-hal yang kecil sampai sesuatu yang besardalam hidupku. Makasih yaa.. kamu sesuatu yang besar yang pernah ada di dalam hatiku..” ujar putra memandangi foto-fotonya bersama rani dan menggenggam kalung pemberian rani, sahabatnya. Yang tanpa sadar menjadi sebagian dari hidupnya, melebihi kasih sayang seseorang terhadap pasangannya. Satu yang disesali putra hingga akhir hidupnya, ia tak sempat menyampaikan perasaan pada orang yang sangat disayanginya.

artikel



Kurang Darah Perkembangan Otak Terganggu

Anemia lebih banyak terjadi pada wanita dan remaja putri, dibandingkan dengan pria. “hal ini karena siklus biologis wanita yang meliputi menstruasi dan melahirka,” jelas dr. Pauline Endang.
            Anemia dalah penyakit kurang darah, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dan sel darah merah (eritrosit) yang lebih rendah dibandingkan normal. Menurut teori, jika kadar Hb kurang dari 14 g/dl, Ht kurang dari 41% dan eritrosit kurang dari 4,5jt/ml pada pria, maka yang bersangkutan tersebut menderita anemia. Sedangkan pada wanita, mereka yang memiliki kadar Hb kurang dari 12 g/dl, Ht kurang dari 37% dan erotrosit kurang dari 4 jt/ml, dikatakan menderita anemia. Sedangkan untuk anak, standar WHO untuk anak sampai umur 6 tahun kadar Hb di bawah 11 g/dl dan untuk anak umur di atas 6 tahun kadar Hb di bawah 12 g/dl, dianggap menderita anemia.
Ciri-ciri penderita anemia
Gejala awal anemia berupa kulit pecat, rasa lelah, kurang energi, kuku mudah pecah, kurang nafsu makan, stamina tubuh menurun, sakit kepala dan konsentrasi menurun. Namun, jika mengalami anemia ringan tidak ada keluhan yang dirasakan oleh pasien. Sedangkan jika mengalami anemia berat, dapat berakibat sesak nafas, bahkan lemah jantung.
Penyebab menderita anemia
Penyebab utama menderita anemia yaitu penurunan produksi dan peningkatan penghancuran eritrosit. Penurunan produksi sel darah merah bisa disebabkan karena defisiensi zat besi, vitamin B 12 (anemia pernisiosa) dan/atau asam folat. Hipofungsi (ketidaksanggupan) sumsum tulang juga menyebabkan penurunan produksi sel darah merah.
            Anemia umumnya disebabkan oleh perdarahan, baik akut maupun kronik. Perdarahan menyebabkan tingkat penghancuran atau pemecahan sel darah merah, terjadi lebih cepat dibanding pembuatannya. Perdarahan akibat maag, haid, infeksi cacing atau akibat penggunaan obat-obat tertentu, berpotensi menyebabkan anemia.


Gangguan kognitif
Terdapat 3 proses yang menjadi dasar penyebab gangguan otak pada ADB.
Pertama, gangguan pembentukan myelin. Mielinisasi memerlukan zat besi yang cukup dan tidak dapat berlangsung baik, bila oligodendrosit mengalami kekurangan zat besi. Oligodendrosit merupakan sel yang memproduksi myelin dari kolesterol dan lipid. Myelin penting untuk kecepatan penghantaran rangsang.
Kedua, terjadi gangguan metabolisme neurotransmitter . gangguan tersebut berpengaruh pada produksi dopamin. Dopamin mempunyai efek pada perhatian, penglihatan, daya ingat, motivasi dan kontrol emosi.
Ketiga, adanya gangguan metabolisme energi protein. Gangguan ini terjadi karena zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hormon ribonukleotide reductase, yang penting untuk fungsi dan metabolisme lemak dan energi otak.


Sumber : Majalah OTC DIGEST